Sebelum membahas lebih jauh tentang remarketing, ada satu hal penting yang perlu dipahami. Susan Wenograd, seorang pakar pemasaran digital, pernah menyampaikan bahwa dalam dunia digital marketing, sering terjadi tumpang tindih istilah atau terminologi yang bisa membingungkan. Namun, daripada terjebak pada istilah itu sendiri, lebih baik fokus pada strategi yang mendasarinya.
Intinya, pemahaman yang mendalam terhadap strategi jauh lebih penting daripada sekadar memahami istilah. Jadi, jangan sampai terpaku pada definisi semata, tetapi pahami konsep dan penerapannya dalam konteks pemasaran.
Apa Itu Remarketing?
Remarketing adalah strategi pemasaran yang bertujuan untuk menjangkau kembali pelanggan yang sudah pernah berinteraksi dengan bisnis Anda. Baik itu pembeli sebelumnya, pelanggan setia, maupun mereka yang pernah berlangganan newsletter.
Menurut beberapa sumber terpercaya seperti The Digital.com, Seek Social, dan Search Engine Journal, remarketing memungkinkan bisnis untuk menargetkan ulang audiens yang pernah terlibat dengan brand. Tujuannya adalah untuk mengingatkan mereka tentang produk atau layanan, sehingga meningkatkan peluang terjadinya konversi atau pembelian ulang.
Secara sederhana, remarketing membantu bisnis memaksimalkan potensi dari audiens yang sudah ada, sekaligus membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan melalui interaksi yang lebih personal dan relevan.
Manfaat Remarketing bagi Bisnis
Remarketing merupakan strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan penjualan dengan menjangkau kembali pelanggan lama. Selain meningkatkan peluang pembelian ulang, strategi ini juga memiliki berbagai manfaat lain bagi bisnis Anda. Berikut adalah beberapa di antaranya:
1. Meningkatkan Brand Awareness
Remarketing membantu memperkuat kesadaran merek dengan menampilkan iklan atau email kepada pelanggan lama. Meskipun mereka tidak langsung melakukan pembelian, brand Anda tetap berada dalam ingatan mereka. Menurut Renderforest.com, sekitar 59% konsumen lebih memilih membeli dari merek yang sudah mereka kenal. Dengan demikian, remarketing secara tidak langsung meningkatkan brand awareness dan menarik lebih banyak pelanggan.
2. Menargetkan Audiens yang Tepat
Salah satu keunggulan remarketing adalah kemampuannya untuk menargetkan audiens yang sudah menunjukkan minat pada produk Anda. Data yang digunakan bersumber dari platform terpercaya seperti Google Ads atau Facebook Ads, sehingga kampanye dapat lebih terarah dan efektif dalam menjangkau pelanggan potensial.
3. Mendorong Konversi Lebih Tinggi
Remarketing membantu meningkatkan konversi dengan menampilkan iklan yang relevan kepada calon pelanggan. Misalnya, Anda dapat menawarkan varian produk favorit dengan diskon khusus, sehingga mendorong mereka untuk segera melakukan pembelian. Iklan yang personal dan menarik akan lebih efektif dalam memicu konversi.
4. Memperkuat Loyalitas Pelanggan
Strategi remarketing juga berperan penting dalam menjaga loyalitas pelanggan. Dengan menampilkan iklan eksklusif atau promosi untuk pembeli setia, bisnis dapat meningkatkan peluang repeat purchase. Selain itu, perhatian khusus ini membuat pelanggan merasa dihargai, sehingga meningkatkan loyalitas mereka terhadap brand.
5. Menampilkan Iklan yang Relevan Berdasarkan Perilaku Pengguna
Remarketing memungkinkan bisnis menyesuaikan iklan berdasarkan perilaku pengguna. Misalnya, jika pelanggan melihat produk baru tetapi tidak membeli, Anda dapat menawarkan diskon khusus untuk mendorong transaksi. Atau jika pelanggan lama jarang berbelanja, Anda dapat mengirimkan pengingat melalui iklan personal agar mereka kembali tertarik.
Strategi Remarketing
Remarketing adalah strategi pemasaran yang berfokus pada menjangkau kembali pelanggan lama dengan tujuan meningkatkan peluang pembelian ulang. Salah satu pendekatan paling klasik adalah email tindak lanjut, yang biasanya berisi penawaran diskon atau pengingat tentang produk yang pernah mereka minati.
Pada umumnya, data email yang digunakan dalam kampanye remarketing berasal dari sumber internal, seperti CRM, riwayat pembelian, atau formulir pendaftaran pelanggan. Data ini tidak diambil dari pihak ketiga, sehingga lebih terjamin keakuratannya dan sesuai dengan preferensi pengguna.
Namun, seiring dengan perkembangan teknologi digital, strategi remarketing tidak lagi terbatas pada email saja. Kini, iklan digital juga menjadi bagian dari remarketing, terutama melalui platform seperti Google Ads dengan fitur Remarketing Ads. Iklan ini memungkinkan bisnis menampilkan produk yang pernah dilihat oleh pengguna atau menawarkan promo khusus kepada pelanggan lama saat mereka menjelajah internet.
Perkembangan strategi ini sering kali menyebabkan kebingungan antara remarketing dan retargeting. Untuk menghindari salah kaprah, ingatlah kata kuncinya:
- Remarketing berfokus pada pelanggan lama dengan menggunakan data internal.
- Retargeting menyasar pengguna yang pernah berinteraksi dengan situs atau iklan Anda melalui data perilaku online.
Contoh Sederhana:
Seorang pelanggan mengunjungi situs Anda dan melihat produk jaket, tetapi tidak melakukan pembelian. Beberapa hari kemudian, mereka menerima email berisi penawaran diskon 20% untuk jaket tersebut. Di sisi lain, saat mereka berselancar di internet, muncul iklan tentang jaket yang sama melalui Google Ads. Kombinasi email dan iklan ini meningkatkan kemungkinan pembelian karena brand tetap berada dalam ingatan mereka.
Kesimpulan
Keunggulan remarketing terletak pada kemampuannya untuk memperkuat kesadaran merek, meningkatkan konversi, mempertahankan loyalitas pelanggan, serta menjangkau audiens yang tepat secara lebih efisien. Dengan strategi yang tepat, remarketing tidak hanya membantu mendongkrak penjualan tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
Oleh karena itu, menerapkan remarketing sebagai bagian dari kampanye pemasaran Anda dapat menjadi langkah cerdas untuk mengoptimalkan keuntungan bisnis sekaligus memperkuat daya saing di pasar.