
Memilih influencer media sosial bukanlah tugas yang sederhana. Jika kami sedang mencari influencer yang tepat untuk memasarkan brand atau merek kamu, kamu akan menemukan ratusan hasil dengan berbagai saran dan strategi yang berbeda-beda.
Keberhasilan influencer bergantung pada tujuan kampanye yang jelas, apakah itu untuk meningkatkan kesadaran merek, mendorong penjualan, atau membangun kepercayaan konsumen. Dengan potensi pengembalian investasi yang tinggi, pemasaran influencer adalah langkah yang sangat menjanjikan bagi merek yang ingin memperkuat kehadiran mereka di pasar digital.
Salah satu keputusan yang paling penting yang kamu harus ambil adalah menentukan jenis influencer yang paling sesuai dengan kampanye kamu. Apakah itu micro influencer atau macro influencer. Di tengah banyaknya kategori influencer ini, penting bagi kamu menentukan jenis influencer mana yang paling banyak manfaat? Jenis mana yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis kamu?
Yuk, mari kita pahami lebih dalam perbedaan tentang dua influencer ini sehingga kamu dapat lebih membuat keputusan yang tepat untuk kampanye bisnis kamu.
Apa Itu Micro Influencer?
Micro influencer adalah individu dengan jumlah pengikut yang relatif kecil namun sangat terlibat, biasanya antara 1.000 hingga 50.000 pengikut. Beberapa sumber, seperti HelloSociety, menetapkan batas hingga 30.000 pengikut. Mereka dikenal sebagai “orang biasa” yang menciptakan konten autentik dan membangun koneksi yang kuat dengan audiens mereka.
Keefektifan micro influencer didukung data. Terdapat sebuah studi yang menunjukkan 83% konsumen lebih cenderung membeli produk yang direkomendasikan oleh micro influencer. Selain itu, penelitian dari ExpertVoice mengungkap bahwa tingkat konversi mingguan mereka 22,2 kali lebih tinggi dibandingkan dengan macro influencer di platform media sosial.
Apa Itu Macro Influencer?
Macro influencer memiliki pengikut antara 50.000 hingga 300.000, meskipun beberapa memandang mereka sebagai individu dengan hingga 1 juta pengikut. Mereka biasanya memiliki relevansi yang lebih luas di industri tertentu, seperti fashion atau kebugaran, dibandingkan niche yang sempit. Dengan pengalaman bekerja sama dengan merek, mereka cakap membantu mencapai tujuan pemasaran.
Penting untuk membedakan macro influencer dari mega influencer atau selebriti. Macro influencer adalah kreator profesional yang membangun pengaruh mereka melalui niche tertentu dalam beberapa tahun, sedangkan mega influencer biasanya adalah selebritas besar dengan jutaan pengikut.
Bagaimana Memilih Micro Influencer atau Macro Influencer?
Memilih sebuah micro atau macro influencer adalah sebuah keputusan penting dalam sebuah strategi pemasaran. Meskipun keduanya memiliki keunggulan masing-masing, berikut adalah beberapa cara bagi sebuah brand untuk memilih antara micro influencer atau macro influencer:
- Jangkauan dan Target Audiens
- Micro influencer cocok untuk brand yang ingin menjangkau audiens dalam jumlah yang besar dan memperluas kesadaran merek
- Macro influencer cocok untuk menjangkau segmentasi pasar yang lebih spesifik. Karena memiliki audiens yang lebih terfokus.
- Engagement
- Micro influencer memiliki tingkat engagement yang lebih tinggi karena mereka lebih sering berinteraksi langsung dengan followers dan cenderung lebih beranggap sebagai teman daripada figur yang jauh
- Macro influencer memiliki audiens yang lebih luas tetap tingkat engagement cenderung lebih rendah karena tidak sedekat micro influencer
- Anggaran Pemasaran
- Micro influencer biasanya memerlukan anggaran yang lebih terjangkau, dan cocok untuk bisnis kecil atau startup yang memiliki dana terbatas
- Macro influencer cenderung memerlukan anggaran yang besar, tetapi investasi ini dapat terbayar jika membutuhkan visibilitas yang lebih luas.Â
- Kredibilitas dan Hubungan Jangka Panjang
- Micro influencer sering sekali dipandang lebih autentik karena mereka dianggap lebih dekat dengan audiens, sehingga hubungan yang dimiliki antara influencer dengan audiens cenderung lebih mendalam dan berkelanjutan
- Sedangkan macro influencer dapat menjadi mitra yang lebih professional dan juga instan, tetapi hubungan antara influencer dengan audiens kurang personal.Â
Kesimpulan
Pemilihan antara micro dan macro influencer tergantung pada tujuan kampanye, anggaran, dan target audiens. Micro influencer unggul dalam membangun koneksi personal dan loyalitas, sementara macro influencer lebih efektif untuk visibilitas skala besar. Kombinasi keduanya dapat memberikan hasil optimal dalam berbagai strategi pemasaran.
Gracia Tech bukan hanya sekadar digital marketing agency—kami juga dapat menjadi influencer bagi brand Anda! Dengan keahlian kami dalam membangun strategi kreatif dan jangkauan luas, kami siap membantu meningkatkan brand awareness dan visibility perusahaan Anda, menjadikannya lebih dikenal dan dipercaya oleh target audiens Anda. Bersama Gracia Tech, mari bawa brand Anda ke level berikutnya!